Penggunaan listrik PLN
membayar secara prabayar 
Sejak diluncurkan pada Nopember 2009, listrik prabayar menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam kemudahan pengelolaan pemakaian listrik. Listrik prabayar merupakan pembayaran rekening listrik dengan cara membayar dimuka. Sarananya adalah beli token / voucher isi ulang yang dapat dibeli di bank-bank, PT. POS Indonesia, dan tempat loket pembayaran PPOB .
Layanan listrik prabayar menggunakan meter atau alat khusus yang berbeda dengan meter layanan listrik biasa, alat khusus ini dinamakan kWh meter Prabayar.
Pada Meter Prabayar tertulis nomor seri meter yang berfungsi sebagai alat pemantauan pemakaian listrik. Alat ini memunculkan angka digital dapat dibaca yang memberikan informasi angka jumlah token/pulsa yang dimasukkan ke kotak meter prabayar dari jumlah pembelian. Setiap saat angka meter akan berubah menunjukkan sisa saldo token, menyesuaikan penggunaan listrik. Semua pelanggan dengan sistem prabayar diberikan masing-masing sebuah kartu prabayar tertulis nomor yang menunjukkan identias nomer meter prabayar, berfungsi sebagai alat informasi untuk pembelian token/pulsa energi listrik.. Jadi, saat membeli token (isi ulang), pelanggan harus menunjukkan kartu prabayar kepada petugas penjual token. Tanpa kartu prabayar penjual kesulitan untuk melayani pembelian token.
Dengan layanan listrik prabayar, pemantauan penggunaan listrik sehari-hari dapat dilakukan dengan mencatat posisi sisa token secara rutin. Untuk hasil paling baik, posisi angka token /pulsa dapat dilihat setiap hari atau dua hari sekali. Dengan begitu pelanggan dapat benar-benar mengetahui pemakaian listriknya dalam 1 atau 2 hari, akhirnya penghematan penggunaan listrik dapat dilakukan. Tidak seperti pada sistem listrik konvensional/meter biasa, penggunaan listrik baru dapat dilakukan setelah melunasi rekening setiap bulannya.
7 Alasan keunggulan listrik prabayar :
Lebih mudah kendalikan pemakaian listrik
Melalui meter elektronik prabayar pelanggan dapat memantau pemakaian listrik sehari-hari. Di meter tersebut tertera angka sisa pemakaian kwh terakhir. Bila dirasa boros, pelanggan dapat mengerem pemakaian listriknya.
Keluhan kemungkinan kesalahan baca meter tidak ada lagi, karena PLN sudah tidak menugaskan petugas untuk baca meter kerumah Pelanggan Prabayar.
Membeli sesuai kemampuan
Dimulai Rp.20.000,- memberikan keleluasaan bagi pelanggan dalam membeli listrik sesuai kemampuan & kebutuhan.
Tidak akan terkena denda keterlambatan
Tidak ada lagi biaya tambahan bayar listrik dikarenakan terbebani biaya keterlambatan akibat lupa bayar rekening listrik. Karena sudah bayar di muka.
Privacy lebih terjaga
Kasus kemalingan berkedok pencatat meteran listrik? Sudah tak masalah lagi! Pelanggan tidak usah repot menunggu & membukakan pintu bagi petugas pencatat meteran karena meter digital prabayar otomatis mencatat sendiri pemakaian listriknya.
Bebas biaya abonemen
Tidak dikenakan Biaya Beban/tarip minimum, tidak dikenakan blok tarip per-kwh, serta bebas meterai.
Jaringan luas pembelian STROOM isi ulang prabayar
Pembelian token/pulsa STROOM, tersebar di bank-bank yg berpartisipasi, PT POS Indonesia, & kemitraan dengan pihak ketiga atau setiap loket PPOB . |